Jakarta — Keindahan sebuah karya seni kontemporer sering kali baru terasa sepenuhnya saat diamati dari jarak dekat. Kekuatan tekstur material, sapuan kuas, hingga tingkat presisi pembentukan karya patung membutuhkan kecermatan visual untuk bisa diresapi. Pengalaman inilah yang tampak dinikmati oleh desainer Didit Hediprasetyo saat berkunjung ke Art Jakarta 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, bersama sang ibu, Titiek Soeharto.
Dalam pameran seni skala regional yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 tersebut, Didit menyusuri setiap lorong galeri dengan ritme yang teratur. Didit tak segan untuk berhenti dan memajukan posisi berdirinya hingga cukup dekat dengan objek karya. Bersama sang ibu, ia tampak mengamati detail tekstur dan eksekusi teknik dari karya-karya tiga dimensi yang dipamerkan oleh 75 galeri dari Indonesia dan luar negeri.
Kejelian Didit dalam mengamati detail ini sangat selaras dengan profesinya di dunia desain dan industri kreatif. Baik dalam seni busana maupun seni rupa kontemporer, kedalaman karya bertumpu pada ketelitian eksplorasi bahan, harmonisasi warna, serta gagasan mendasar yang melatarbelakanginya. Kehadiran Didit di Art Jakarta menjadi wujud apresiasi nyata terhadap kerja keras para seniman yang mendedikasikan proses kreatifnya demi menghasilkan bentuk visual berbobot.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Momen kebersamaan dengan Titiek Soeharto semakin melengkapi kehangatan kunjungan tersebut. Di tengah keramaian pengunjung, kebiasaan mereka berdua untuk sejenak melambatkan langkah, mengamati detail karya dari dekat, serta menikmati setiap unsur estetis yang disajikan memperlihatkan bahwa esensi utama dari pameran seni adalah memberi ruang bagi mata dan pikiran untuk menghargai setiap detail keindahan.










