Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur kian mengkhawatirkan setelah meluas hingga ke tepi Jalan Tol Balikpapan-Samarinda. Berdasarkan data Jasamarga Tollroad Operator, sejak September hingga 12 Oktober 2026 tercatat 23 kasus karhutla di sekitar area tol.
Kebakaran yang melanda kawasan kilometer 31 hingga 57 tersebut telah menghanguskan sedikitnya 35 hektare lahan. Asap tebal dari kebakaran berpotensi mengganggu jarak pandang pengendara yang melintasi ruas tol penghubung dua kota besar di Kalimantan Timur itu.
Pengendara Diimbau Waspada
Pengelola tol mengimbau para pengendara meningkatkan kewaspadaan saat melintasi ruas yang terdampak asap. Pengendara diminta mengurangi kecepatan, menyalakan lampu utama, dan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan ketika jarak pandang menurun akibat kepungan asap.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi serupa juga dirasakan warga Kota Balikpapan. Pada Senin (12/10/2026), kabut asap kembali menyelimuti kota dan tampak lebih pekat dibanding hari-hari sebelumnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kondisi itu dipengaruhi akumulasi asap karhutla dari daerah sekitar.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Balikpapan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka pada 14 hingga 16 Oktober 2026 dan mengalihkannya ke pembelajaran daring menyusul memburuknya kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat.
Asap Mengepung Sejumlah Wilayah
Karhutla di Kalimantan Timur belum menunjukkan tanda mereda. BPBD Kaltim mencatat hingga 12 Oktober 2026 total area terbakar mencapai sekitar 8.559,61 hektare dengan lebih dari seribu titik panas terpantau.
Asap karhutla bahkan dilaporkan meluas ke berbagai wilayah. Di Kota Balikpapan, jarak pandang terbatas meski masih dalam batas normal menurut BMKG. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan penderita gangguan pernapasan.
Sumber Berita: beritasatu.com, mercuswara.com










