-----------------------

 

PJJ di Balikpapan Diperpanjang Tanpa Batas Waktu, Kabut Asap Buat Siswa Sulit Fokus Belajar

- Writer

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BALIKPAPAN – PJJ Balikpapan diperpanjang tanpa batas waktu menyusul kualitas udara yang belum membaik akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan Irfan Taufik menyatakan kebijakan itu berlaku mulai Sabtu (17/10/2026). Masa berlakunya hingga ada pemberitahuan berikutnya.

Sebelumnya, PJJ hanya berlaku tiga hari, Rabu hingga Jumat (14-16/10/2026). Namun hasil evaluasi kualitas udara per 16 Oktober 2026 menunjukkan kecenderungan memburuk. Kualitas udara masuk kategori tidak sehat akibat asap karhutla. Wali Kota Balikpapan menetapkan keputusan perpanjangan itu dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4.3/2656/E/SETDA pada 16 Oktober 2026.

Kebijakan berlaku bagi satuan pendidikan TK/PAUD, pendidikan nonformal (PNF), dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Cakupannya meliputi SD hingga SMP negeri dan swasta di bawah kewenangan Pemkot Balikpapan. Pemkot Balikpapan mengalihkan kegiatan belajar mengajar menjadi daring hingga ada pengaturan lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Irfan mengatakan pemerintah memperpanjang PJJ sampai ada pemberitahuan berikutnya, Sabtu (17/10/2026). Menurutnya, perpanjangan itu karena kualitas udara yang kian memburuk.

Menurut Irfan, data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) KLH/BPLH mencatat nilai PM2.5 di sekitar Balikpapan Baru. Nilainya mencapai 80 pada pukul 08.00 Wita, Sabtu pagi, dengan kategori sedang. Meski sempat ada tren penurunan pada periode tertentu, kualitas udara masih fluktuatif. Karena itu, pemerintah tetap mengambil langkah pencegahan demi melindungi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.

Baca Juga :  Wanita Misterius Memakai Abaya Hitam Viral di Balikpapan

Siswa Sulit Fokus, Terbatas Perangkat

Di tingkat sekolah, penerapan PJJ menghadirkan kendala. Kepala SD Negeri 013 Balikpapan Selatan Susi Misinah menilai pembelajaran daring belum berjalan efektif. Menurutnya, sebagian anak kesulitan fokus saat belajar di rumah.

“Kurang efektif. Kasihan anak-anak juga jadi tidak fokus,” ujarnya.

Keterbatasan perangkat elektronik turut menjadi kendala. Sejumlah siswa tidak dapat mengikuti pembelajaran melalui Zoom. Orang tua harus membawa telepon seluler yang biasa mereka gunakan untuk bekerja. Ada pula siswa yang harus bergantian menggunakan satu HP dengan saudara mereka yang juga belajar daring.

“Beberapa hari ini sudah ada yang izin karena tidak bisa ikut Zoom. Ada yang orang tuanya membawa HP, ada juga yang harus bergantian dengan kakak atau adiknya yang juga belajar daring sementara HP cuma satu,” kata Susi. Sekolah pun menyiapkan alternatif agar siswa tetap bisa mengikuti kegiatan belajar meski tidak dapat bergabung dalam kelas daring.

Baca Juga :  Supplier Produk Import Terlengkap dari Moerahnie.com Ada

PJJ Balikpapan Diperpanjang, SMAN 1 Tetap Belajar Daring

Kondisi serupa juga ada di tingkat SMA yang menjadi kewenangan provinsi. SMAN 1 Balikpapan tetap menggelar PJJ bagi 1.370 siswanya pada Senin (19/10/2026). Pemberitahuan izin pembelajaran tatap muka datang tidak tepat waktu. Sekolah meminta siswa mengenakan seragam selama pembelajaran daring sebagai bentuk kedisiplinan. Pihak sekolah juga menyiapkan penyesuaian metode belajar bila kondisi udara berubah.

Kabut Asap Masih Menyelimuti Kota

Pantauan menunjukkan kabut asap masih menyelimuti Kota Balikpapan pada Minggu (18/10/2026). Data pemantauan cuaca mencatat indeks kualitas udara Balikpapan mencapai 167 pada Senin (19/10/2026) pagi. Angka itu masuk kategori tidak sehat, dengan PM2.5 sebagai polutan utama.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud sebelumnya menegaskan bahwa kebijakan PJJ bukan berarti meliburkan sekolah. Kegiatan pendidikan tetap berjalan dari rumah masing-masing selama kondisi udara belum mendukung pembelajaran tatap muka. Disdikbud Balikpapan akan terus mengevaluasi kebijakan berdasarkan pemantauan kualitas udara dari hari ke hari.

Sumber Berita: KalderaNews, IniBalikpapan.com, BSI News (bsinews.id), detikcom, Disdikbud Kota Balikpapan, weather.com

Berita Terkait

Terdampak Asap Karhutla, Balita 18 Bulan di Balikpapan Kena Pneumonia
Antrean BBM Mengular di Kaltim, Warga Balikpapan Ikut Antre Berjam-jam
Karhutla Kepung Tol Balikpapan-Samarinda, 23 Kasus Sejak September
Kabut Asap Pekat Selimuti Balikpapan, Sekolah Daring hingga 16 Oktober
Oditurat Militer Balikpapan dan Kejati Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Perkara Koneksitas
DP3AKB Catat Kasus Kekerasan Anak di Balikpapan Naik 5 Persen, Didominasi Korban Perempuan
Solidaritas Tanpa Batas, Indonesia Beri Tanda Kehormatan kepada Personel Jepang yang Bantu Tangani Karhutla
DPRD Evaluasi Defisit APBD Balikpapan Tembus Rp395 Miliar, Dorong Rasionalisasi Belanja
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:45 WIB

PJJ di Balikpapan Diperpanjang Tanpa Batas Waktu, Kabut Asap Buat Siswa Sulit Fokus Belajar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Terdampak Asap Karhutla, Balita 18 Bulan di Balikpapan Kena Pneumonia

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Antrean BBM Mengular di Kaltim, Warga Balikpapan Ikut Antre Berjam-jam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Karhutla Kepung Tol Balikpapan-Samarinda, 23 Kasus Sejak September

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Kabut Asap Pekat Selimuti Balikpapan, Sekolah Daring hingga 16 Oktober

Berita Terbaru