BALIKPAPAN – ISPA Balikpapan tertinggi di Kaltim. Kota Balikpapan mencatat akumulasi kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tertinggi di Kalimantan Timur. Kabut asap kebakaran hutan dan lahan mengepung kota ini. Dinas Kesehatan Kaltim mempublikasikan data itu pada 21 Oktober 2026. Data itu menunjukkan akumulasi ISPA Balikpapan mencapai 91.895 kasus hingga 18 Oktober 2026.
Angka Balikpapan itu melampaui Samarinda. Samarinda mencatat 65.982 kasus. Sementara itu, Kutai Kartanegara mencatat 42.614 kasus. Secara keseluruhan, akumulasi ISPA pada 10 kabupaten/kota di Kaltim mencapai 327.160 kasus. Namun, kabut asap tidak langsung menyebabkan seluruh angka kumulatif tersebut. Perbandingan itu menegaskan ISPA Balikpapan tertinggi di Kaltim.
Suspek Mingguan Naik 11,9 Persen
Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) mencatat 12.226 suspek ISPA di Kaltim. Catatan itu berasal dari Minggu Epidemiologi ke-40 tahun 2026. Selain itu, angka tersebut naik sekitar 11,9 persen dari pekan sebelumnya.
Kenaikan ini menjadi perhatian pemerintah daerah. Paparan asap berkepanjangan berisiko memperberat kondisi kelompok rentan. Kelompok itu mencakup anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Penderita penyakit pernapasan kronis juga masuk kelompok itu.
Rumah Oksigen Disiagakan di 20 Puskesmas
Dinas Kesehatan Kaltim memperkuat kesiapan layanan. Kemudian, dinas ini menyiagakan Rumah Oksigen di 20 puskesmas. Sebaran puskesmas itu mencakup 10 kabupaten/kota. Fasilitas ini berfungsi mengantisipasi kegawatdaruratan akibat gangguan pernapasan.
Selain itu, Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan menyalurkan 10 unit mesin oxygen concentrator. Puskesmas di wilayah prioritas menerima mesin tersebut. Selanjutnya, Pemprov Kaltim juga berencana membangun Pos Rumah Layanan Oksigen. Pos itu menyerupai puskesmas kecil. Fasilitas pos itu mencakup tabung oksigen dan perawat. Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyampaikan rencana itu usai rapat koordinasi penanganan karhutla. Rapat itu berlangsung pada Selasa (20/10/2026). Seluruh langkah itu mendukung penanganan ISPA Balikpapan tertinggi di Kaltim.
Oleh karena itu, warga Balikpapan perlu membatasi aktivitas luar ruangan saat kualitas udara memburuk. Warga perlu memakai masker saat beraktivitas di luar. Mereka perlu segera memeriksakan diri ke puskesmas. Langkah itu penting bila mereka mengalami sesak napas atau batuk berkepanjangan.
Sumber Berita: radarkaltim.co, Antara











