-----------------------

 

Kemhan Dukung Kebijakan Presiden Prabowo, Pertahanan Nasional Tak Hanya Diukur dari Besaran Anggaran

- Writer

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menegaskan bahwa kekuatan pertahanan negara tidak hanya diukur dari besaran anggaran sektor pertahanan, tetapi juga dari kemampuan negara dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat, ketahanan ekonomi, dan stabilitas nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas wacana Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengenai kemungkinan melakukan efisiensi anggaran pertahanan dan keamanan untuk mendukung program pengentasan kemiskinan dan kelaparan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan bahwa Kemhan mendukung setiap kebijakan Presiden dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara demi kepentingan bangsa dan negara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Rico, APBN bukan sekadar instrumen pembiayaan pembangunan, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi geopolitik negara dalam menjaga kedaulatan serta mencapai tujuan nasional.

“Komitmen negara terhadap pertahanan tidak semata diukur dari besaran anggaran sektor pertahanan, tetapi dari keseluruhan kebijakan negara dalam memperkuat pertahanan militer maupun nirmiliter,” ujar Rico.

Baca Juga :  Korban Tanah Longsor Di Balikpapan Dalam Pendampingan Petugas

Ia menjelaskan, kebijakan pertahanan Indonesia mengacu pada konsep pertahanan semesta yang mencakup aspek militer dan nirmiliter. Konsep tersebut sejalan dengan Asta Cita poin kedua yang dijabarkan melalui Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara.

Dalam kerangka tersebut, penguatan ekonomi, ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengentasan kemiskinan juga memiliki peran strategis dalam membangun daya tahan nasional.

Kebijakan negara yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dinilai dapat memperkuat fondasi pertahanan karena stabilitas nasional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan militer, tetapi juga oleh kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Kemhan juga memperkenalkan pendekatan Defence Supporting Economy, yakni pembangunan pertahanan yang berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi nasional. Melalui pendekatan tersebut, kebijakan pertahanan diharapkan tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

Baca Juga :  Pemkot Balikpapan Kaji Relokasi Pipa Gas demi Percepatan Proyek Pengendalian Banjir di Balikpapan

Rico menegaskan bahwa Kemhan dan TNI siap melaksanakan setiap keputusan Presiden, termasuk kebijakan yang diarahkan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran negara.

“Kementerian Pertahanan dan TNI selalu siap melaksanakan setiap keputusan Presiden demi kepentingan bangsa dan negara, termasuk yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen menghapus kemiskinan ekstrem dan mengatasi persoalan kelaparan. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyebut efisiensi anggaran pertahanan dan kepolisian dapat menjadi salah satu pilihan apabila diperlukan untuk mendukung agenda tersebut.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa kebijakan pertahanan nasional tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk membangun negara yang kuat, berdaulat, dan sejahtera.

Berita Terkait

Oditurat Militer Balikpapan dan Kejati Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Perkara Koneksitas
Closing Ceremony Meriah, GBK Panaskan Atmosfer Final Indonesia vs Thailand
Pakaian Dinas Upacara TNI Tampil Baru, Padukan Filosofi Budaya dan Identitas Tiga Matra
Dari Indonesia ke New York, Azka Corbuzier Siap Perkenalkan “Home, Almost” ke Dunia
DP3AKB Catat Kasus Kekerasan Anak di Balikpapan Naik 5 Persen, Didominasi Korban Perempuan
Solidaritas Tanpa Batas, Indonesia Beri Tanda Kehormatan kepada Personel Jepang yang Bantu Tangani Karhutla
DPRD Evaluasi Defisit APBD Balikpapan Tembus Rp395 Miliar, Dorong Rasionalisasi Belanja
Bidpropam Polda Kaltim Periksa Oknum Polisi Diduga Aniaya Perempuan di Balikpapan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Oditurat Militer Balikpapan dan Kejati Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Perkara Koneksitas

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Closing Ceremony Meriah, GBK Panaskan Atmosfer Final Indonesia vs Thailand

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Pakaian Dinas Upacara TNI Tampil Baru, Padukan Filosofi Budaya dan Identitas Tiga Matra

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Dari Indonesia ke New York, Azka Corbuzier Siap Perkenalkan “Home, Almost” ke Dunia

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:28 WIB

DP3AKB Catat Kasus Kekerasan Anak di Balikpapan Naik 5 Persen, Didominasi Korban Perempuan

Berita Terbaru