-----------------------

 

Sejarah Baru! Kapal Induk Pertama Indonesia Akhirnya Tiba di Tanah Air

- Writer

Kamis, 17 September 2026 - 19:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Indonesia memasuki babak baru dalam penguatan kemampuan maritim nasional. Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi (C551) telah memasuki perairan Indonesia pada Kamis (17/9/2026), setelah menempuh perjalanan dari Italia sejak 24 Agustus 2026.

Kapal tersebut memasuki wilayah Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I dan melanjutkan pelayaran menuju Jakarta.

Saat memasuki perairan Indonesia, ITS Giuseppe Garibaldi mendapat penyambutan dan pengawalan dari unsur TNI Angkatan Laut. Dua fregat, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, turut mengawal perjalanan kapal menuju Jakarta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Unsur udara TNI AL juga dilibatkan dalam rangkaian penyambutan. Kehadiran kapal, fregat, dan unsur penerbangan laut membentuk formasi pengawalan ketika Giuseppe Garibaldi melintasi perairan Bangka menuju Jakarta.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul memastikan kapal tersebut telah berada di wilayah perairan Indonesia dan dijadwalkan tiba di Jakarta pada Jumat, 18 September 2026.

 

TNI AL juga telah memastikan kapal induk tersebut nantinya akan menyandang nama KRI Sriwijaya setelah sebelumnya sempat direncanakan menggunakan nama KRI Gajah Mada.

Kehadiran KRI Sriwijaya akan menjadi catatan baru dalam sejarah kekuatan laut Indonesia karena menjadi kapal induk pertama yang masuk dalam jajaran TNI Angkatan Laut.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Mengirim Bantuan, Menhan Sjafrie Ikut Terbang Bersama Logistik untuk Warga NTT

Selama pelayaran menuju Indonesia, kapal masih menggunakan identitas ITS Giuseppe Garibaldi dan berbendera Italia. Pergantian identitas dan bendera menjadi bagian dari tahapan selanjutnya setelah kapal tiba di Tanah Air.

Dikawal Kekuatan Laut dan Udara TNI AL

Dalam perjalanan memasuki ALKI I, kapal mendapat pengawalan KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. Unsur penerbangan TNI AL juga terlibat dalam rangkaian penyambutan kapal.

Formasi tersebut terlihat ketika Giuseppe Garibaldi berlayar di perairan Bangka. Kapal induk berada bersama kedua fregat TNI AL, sementara unsur udara Puspenerbal turut mendukung rangkaian penyambutan.

Kehadiran KRI Sriwijaya nantinya menambah jenis platform yang dapat digunakan TNI AL dalam menjalankan operasi maritim.

Tidak hanya berkaitan dengan operasi pertahanan, kapal dengan geladak penerbangan tersebut juga diproyeksikan mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP), terutama penanggulangan bencana dan operasi kemanusiaan.

Kemampuan membawa unsur udara serta ruang operasi yang besar memberikan opsi bagi kapal untuk mendukung mobilisasi personel, logistik, helikopter maupun unsur pendukung lainnya ketika terjadi keadaan darurat di wilayah kepulauan Indonesia.

Baca Juga :  Sampah Capai 9 Ton Setiap Hari, DLH Balikpapan Siapkan Petugas Kebersihan

Perjalanan Panjang dari Italia ke Indonesia

ITS Giuseppe Garibaldi sebelumnya merupakan kapal Angkatan Laut Italia. Setelah menyelesaikan masa pengabdiannya di Italia, kapal tersebut kemudian dialihkan kepada Indonesia melalui skema hibah antarpemerintah.

Perjalanan menuju Indonesia dimulai dari Italia pada 24 Agustus 2026. Dalam pelayarannya menuju Asia Tenggara, kapal sempat singgah di Kolombo, Sri Lanka, untuk kebutuhan logistik sebelum melanjutkan perjalanan menuju wilayah Indonesia.

Selama perjalanan dari Italia, kapal mendapat pengawalan dari unsur Angkatan Laut Italia. Setelah memasuki wilayah Indonesia, pengawalan dilanjutkan oleh unsur TNI AL.

Perjalanan tersebut kini memasuki tahap akhir.

ITS Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba dan bersandar di Jakarta pada Jumat (18/9/2026). Kedatangannya akan menjadi awal dari tahapan integrasi kapal ke dalam jajaran TNI Angkatan Laut sebagai KRI Sriwijaya.

Kehadiran kapal ini sekaligus membuka fase baru pengembangan kemampuan operasi laut Indonesia, terutama dalam mengintegrasikan kapal permukaan, unsur penerbangan laut, serta kemampuan komando dan dukungan operasi dalam satu platform.

KRI Sriwijaya pun bersiap membuka lembaran baru dalam sejarah TNI Angkatan Laut sebagai kapal induk pertama Indonesia.

Berita Terkait

Closing Ceremony Meriah, GBK Panaskan Atmosfer Final Indonesia vs Thailand
Pakaian Dinas Upacara TNI Tampil Baru, Padukan Filosofi Budaya dan Identitas Tiga Matra
Solidaritas Tanpa Batas, Indonesia Beri Tanda Kehormatan kepada Personel Jepang yang Bantu Tangani Karhutla
Dari Olahraga hingga Budaya, Indonesia Unjuk Identitas di Panggung ASEAN Cup 2026
Panggung ASEAN Ada di Indonesia! ASEAN Cup 2026 Resmi Dibuka
Dari Timor Leste hingga Papua, Patroli Berkuda Bisa Jadi Solusi Jaga Perbatasan
Tengah Malam Dapat Kabar Emas, Presiden Prabowo Langsung Telepon dan Ucapkan Terima Kasih
Momen Menhan Sjafrie Cek 3 Chinook Jepang yang Dikerahkan Bantu Tangani Karhutla
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Closing Ceremony Meriah, GBK Panaskan Atmosfer Final Indonesia vs Thailand

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Pakaian Dinas Upacara TNI Tampil Baru, Padukan Filosofi Budaya dan Identitas Tiga Matra

Jumat, 25 September 2026 - 23:01 WIB

Dari Olahraga hingga Budaya, Indonesia Unjuk Identitas di Panggung ASEAN Cup 2026

Jumat, 25 September 2026 - 22:00 WIB

Panggung ASEAN Ada di Indonesia! ASEAN Cup 2026 Resmi Dibuka

Jumat, 25 September 2026 - 17:44 WIB

Dari Timor Leste hingga Papua, Patroli Berkuda Bisa Jadi Solusi Jaga Perbatasan

Berita Terbaru