-----------------------

 

3.600 Kasus ISPA Balikpapan Oktober 2026, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada

- Writer

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BALIKPAPAN, Dinkes Kota Balikpapan mencatat 3.600 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama Oktober 2026. Petugas menghimpun angka ISPA Balikpapan Oktober 2026 dari data puskesmas seluruh wilayah kota. Walau angka itu belum melonjak, Alwiati meminta masyarakat tetap waspada, khususnya ketika kualitas udara memburuk.

Kepala Dinkes Kota Balikpapan Alwiati menyampaikan angka tersebut seusai menghadiri peringatan Hari Dokter Indonesia ke-76 pada Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC/Dome), Minggu (25/10/2026). Ia menyebut kondisi kasus ISPA pada Oktober belum menunjukkan lonjakan yang signifikan. Karena itu, otoritas kesehatan berharap kondisi ini membaik seiring membaiknya kualitas udara Balikpapan.

ISPA Balikpapan Oktober 2026 Belum Melonjak

Alwiati menjelaskan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Balikpapan saat ini mulai menurun. Namun posisinya masih berada dalam kategori sedang. Ia berharap penurunan ISPU itu berlangsung agar jumlah kasus ISPA tengah masyarakat ikut berkurang. Penurunan ISPU akan menekan risiko gangguan pernapasan bagi warga yang banyak beraktivitas luar rumah.

Menurut Alwiati, kesadaran masyarakat mengikuti imbauan pemerintah ikut membantu mengendalikan risiko gangguan pernapasan selama kualitas udara memburuk. Ia mengapresiasi warga yang mengurangi aktivitas luar rumah ketika udara tidak bersahabat. Langkah sederhana itu penting untuk membatasi paparan polusi bagi kelompok yang rentan mengalami gangguan pernapasan.

Kasus Januari hingga September Mencapai Sekitar 91 Ribu

Otoritas kesehatan menilai kasus Oktober belum melonjak, tetapi tetap memberi perhatian besar pada ISPA sebagai satu masalah kesehatan penting Balikpapan. Petugas mencatat jumlah kasus ISPA sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai sekitar 91 ribu kasus. Angka tersebut menunjukkan gangguan saluran pernapasan sudah membebani kesehatan masyarakat jauh sebelum Oktober, sehingga kewaspadaan harus berlanjut melampaui satu bulan saja.

Fasilitas pelayanan kesehatan mencatat berbagai penyebab gangguan pernapasan itu. Total kasus ISPA mencakup hitungan kumulatif semua penyebab tersebut. Angka itu bukan berarti asap kebakaran hutan dan lahan menyebabkan seluruh kasus. Infeksi virus dan bakteri, debu, serta paparan polusi udara lain juga memicu ISPA. Karena itu, baca angka bulanan secara hati-hati dan jangan menyimpulkan seluruh kasus berasal dari satu penyebab saja.

Baca Juga :  Wali Kota Rakor dengan Ketua RT se Balikpapan Utara Bahas Birokrasi Agar Tidak Diperlama

Warga Perlu Batasi Aktivitas Luar dan Pakai Masker

Otoritas kesehatan mengimbau masyarakat membatasi aktivitas luar rumah saat kualitas udara memburuk. Warga yang beraktivitas luar ruangan perlu memakai masker untuk mengurangi paparan partikel pencemar. Selain itu, Alwiati meminta masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga kebersihan lingkungan dan memperhatikan kondisi tubuh.

Orang tua dan keluarga perlu melindungi kelompok rentan, khususnya anak-anak dan lanjut usia. Kedua kelompok ini lebih mudah mengalami gangguan pernapasan saat menghirup udara buruk dalam waktu lama. Karena itu, Alwiati meminta orang tua memastikan anak-anak memakai masker saat beraktivitas luar rumah. Keluarga juga perlu memperhatikan kondisi lansia yang tinggal serumah. Dengan kewaspadaan bersama, otoritas kesehatan berharap kasus ISPA Balikpapan Oktober 2026 tidak melonjak pada bulan berikutnya.

Sumber Berita: Kotaku

Berita Terkait

DLH Balikpapan Lakukan Pemangkasan Pohon di Semayang, Cegah Pohon Tumbang Saat Hujan Angin
Disebut Singapuranya Indonesia, Balikpapan Tawarkan Depo Kontainer 11,5 Hektare di Mahakam Investment Forum 2026
Pabrik Sawit di Kutai Timur Terbakar, PSGO Alihkan Pengolahan ke Pabrik Lain
ISPA Balikpapan Tertinggi di Kaltim, Akumulasi 91.895 Kasus di Tengah Kepungan Asap
Sidang Lanjutan Gugatan Class Action Karhutla Kalbar Digelar Hari Ini di PN Pontianak
Antrean BBM di Kaltim Belum Terurai, Gubernur Rudy Mas’ud Desak Pertamina Amankan Pasokan
Kualitas Udara Balikpapan Membaik ke Kategori Sedang, Warga Tetap Diimbau Pakai Masker
90 Penerbangan di Bandara Sepinggan Terganggu Asap Selama Oktober, Total 334 Sejak Agustus
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:27 WIB

3.600 Kasus ISPA Balikpapan Oktober 2026, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:00 WIB

DLH Balikpapan Lakukan Pemangkasan Pohon di Semayang, Cegah Pohon Tumbang Saat Hujan Angin

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Disebut Singapuranya Indonesia, Balikpapan Tawarkan Depo Kontainer 11,5 Hektare di Mahakam Investment Forum 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Pabrik Sawit di Kutai Timur Terbakar, PSGO Alihkan Pengolahan ke Pabrik Lain

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:29 WIB

ISPA Balikpapan Tertinggi di Kaltim, Akumulasi 91.895 Kasus di Tengah Kepungan Asap

Berita Terbaru