BALIKPAPAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan melakukan pemangkasan pohon di Semayang untuk menjaga keselamatan pengguna jalan. Kegiatan ini berlangsung di sepanjang Jalan Yos Sudarso kawasan Pelabuhan Semayang, dari Polsek KP3 Semayang hingga Markas Lanal, dan selesai pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Pemangkasan pohon di Semayang menyasar ranting dan bagian pohon yang petugas nilai berisiko. Ranting yang sudah terlalu panjang atau rapuh dapat patah sewaktu-waktu, terutama saat cuaca memburuk. Karena itu, petugas memangkas bagian tersebut sebelum menimbulkan bahaya bagi pengendara dan pejalan kaki.
Kawasan Semayang termasuk jalur ramai. Jalur ini menghubungkan kawasan pelabuhan dengan pusat aktivitas kota, sehingga arus kendaraan dan orang yang melintas cukup padat setiap hari. Kondisi itu membuat keselamatan di sepanjang jalan menjadi perhatian utama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, pohon di tepi jalan memiliki peran ganda. Di satu sisi, pohon memberi keteduhan dan membuat kawasan terasa lebih hijau. Di sisi lain, pohon yang kurang perawatan justru bisa berubah menjadi ancaman saat hujan disertai angin kencang melanda.
Pemangkasan Pohon di Semayang Libatkan Banyak Pihak
Kegiatan ini tidak berjalan sendiri. Menurut Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Perlindungan Sumber Daya Alam DLH Kota Balikpapan Arrizal Rahman, DLH Kota Balikpapan melakukan pemangkasan pohon di Semayang secara kolaboratif dengan berbagai pihak.
Pihak yang ikut serta antara lain Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan kepolisian. Selain itu, Kecamatan Balikpapan Kota dan Kelurahan Prapatan turut serta, bersama para ketua RT di wilayah setempat.
Keterlibatan banyak pihak tersebut membuat pekerjaan di lapangan berjalan lebih tertib. Dinas Perhubungan membantu pengaturan lalu lintas selama pemangkasan berlangsung. Sementara itu, Satpol PP dan kepolisian membantu pengamanan di sekitar lokasi agar aktivitas warga tetap berjalan aman.
Peran kecamatan, kelurahan, dan ketua RT juga tidak kalah penting. Mereka membantu menyampaikan informasi kepada warga dan memastikan kegiatan di lapangan sesuai dengan kondisi lingkungan setempat. Dengan cara ini, pemangkasan tidak hanya menjadi pekerjaan teknis, tetapi juga kegiatan yang melibatkan masyarakat sekitar.
Tujuan Pemangkasan: Kurangi Ranting Patah dan Pohon Tumbang
Tujuan utama pemangkasan ini cukup jelas, yaitu mengurangi risiko ranting patah dan pohon tumbang saat hujan disertai angin kencang. Ranting yang patah dapat menimpa kendaraan, menutup jalan, atau melukai orang yang sedang melintas.
Adapun pohon tumbang menimbulkan dampak yang lebih besar. Pohon tumbang dapat memutus akses jalan, merusak jaringan listrik atau fasilitas umum, dan menghambat aktivitas warga selama berjam-jam. Karena itu, pencegahan sejak dini jauh lebih baik daripada penanganan setelah kejadian.
Pemangkasan juga membantu menjaga kesehatan pohon dalam jangka panjang. Ranting yang sudah mati atau tumbuh tidak beraturan dapat menghambat pertumbuhan pohon secara keseluruhan. Dengan memangkas bagian tersebut, pohon bisa tumbuh lebih seimbang dan lebih kuat menghadapi cuaca ekstrem.
Namun, petugas perlu melakukan pemangkasan secara hati-hati dan terukur. Petugas tidak memangkas pohon secara sembarangan, melainkan memilah bagian yang memang membutuhkan pemangkasan. Pendekatan ini penting agar pohon tetap hidup, tetap rindang, dan tetap memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Warga Diimbau Tetap Waspada Saat Cuaca Buruk
Meski pemangkasan sudah selesai, warga tetap perlu waspada. Hujan disertai angin kencang masih bisa menimbulkan risiko di berbagai titik, termasuk di luar kawasan itu. Karena itu, DLH mengimbau pengguna jalan tetap berhati-hati saat melintas di bawah pohon besar.
DLH juga mengimbau pengendara memperhatikan kondisi sekitar saat cuaca memburuk. Jika angin bertiup sangat kencang, pengendara sebaiknya menepi di tempat yang aman dan tidak berteduh di bawah pohon yang rapuh. Langkah sederhana ini dapat mengurangi risiko kecelakaan.
Di sisi lain, warga dapat berperan aktif dengan melaporkan pohon yang membahayakan kepada pihak terkait. Laporan dari warga membantu petugas memetakan titik rawan dan menentukan prioritas pemangkasan berikutnya. Dengan begitu, upaya pencegahan bisa berjalan lebih merata di seluruh kota.
Pemangkasan pohon di Semayang menjadi contoh bagaimana perawatan lingkungan dan keselamatan publik berjalan beriringan. Petugas tetap merawat pohon, kawasan tetap hijau, dan pengguna jalan pun merasa lebih aman saat melintas di sepanjang Jalan Yos Sudarso.
Sumber Berita: Inibalikpapan.com










