BALIKPAPAN, kabarbalikpapan.com – Pengelola Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan mencatat 90 jadwal penerbangan terganggu kabut asap sepanjang Oktober 2026. Dampak gangguan penerbangan Sepinggan terganggu asap telah berlangsung tiga bulan sejak Agustus, dengan total 334 penerbangan terdampak.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Iwan Wiyana Mahdar merinci jumlah penerbangan yang terdampak setiap bulan. Agustus mencatat sekitar 32 penerbangan, September 162 penerbangan, dan Oktober hingga pertengahan bulan ada 90 penerbangan.
Rincian 334 Penerbangan Terdampak
Dari akumulasi 334 penerbangan sejak Agustus hingga pertengahan Oktober 2026, sebanyak 129 penerbangan mengalami penundaan atau delay. Kemudian 41 penerbangan dialihkan ke bandara lain, dan 164 penerbangan dibatalkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dampak yang dirasakan penumpang meliputi penundaan keberangkatan, pengalihan rute, hingga pembatalan jadwal. Penumpang disarankan memantau informasi maskapai sebelum menuju bandara.
Operasional Sepinggan Tetap Aman
Meski gumpalan kabut asap sempat memapar area runway, operasional Bandara SAMS Sepinggan secara umum masih aman untuk lepas landas dan pendaratan. Jarak pandang minimum di runway 07 dan 25 berada di angka sekitar 2.000 meter ke atas.
Iwan menjelaskan, gangguan penerbangan di Balikpapan lebih banyak disebabkan buruknya kualitas udara dan terbatasnya jarak pandang di bandara tujuan. Bandara Sepinggan bahkan sempat menerima penerbangan yang dialihkan dari rute menuju Banjarmasin dan Pontianak yang tidak bisa mendarat karena asap.
Pengelola bandara terus berkoordinasi dengan bandara lain dan pihak terkait untuk memantau perkembangan dampak karhutla terhadap penerbangan di Kalimantan.
Sumber Berita: SuaraKaltim, Kaltim Today, Angkasa Pura I










