-----------------------

 

Terdampak Asap Karhutla, Balita 18 Bulan di Balikpapan Kena Pneumonia

- Writer

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BALIKPAPAN – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak pada kesehatan warga Balikpapan, Kalimantan Timur. Paparan polusi udara ini perlu diwaspadai, terutama karena dapat mengganggu sistem pernapasan anak-anak.

Salah satu warga Balikpapan Utara bernama Michael mengatakan anaknya yang berusia 18 bulan mengalami masalah kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla. Sang anak didiagnosis mengalami pneumonia.

Michael menceritakan gejala awal berupa batuk dan sesak napas mulai muncul pada Kamis (8/10/2026) malam. Keesokan harinya, Jumat (9/10/2026), Michael membawa anaknya ke Rumah Sakit Siloam untuk menjalani pemeriksaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan hasil rontgen, ditemukan infiltrat pada zona atas paru-paru kiri dengan kesan diagnosis pneumonia.

Baca Juga :  5 Alasan Mengapa Balikpapan Dikenal Sebagai Kota Ternyaman di Indonesia

“Malamnya itu sesak napas dan tidurnya pun terganggu, kemudian besok harinya saya bawa berobat dan dianjurkan x-ray. Hasilnya ditemukan infiltrat pada zona atas paru-paru kiri yang didiagnosis pneumonia,” ujar Michael.

Dokter: Asap Jadi Salah Satu Pemicu

Dokter menjelaskan bahwa kabut asap menjadi salah satu aspek pemicu pneumonia yang dialami anaknya. Michael pun mengaku terkejut dengan hasil pemeriksaan tersebut, sebab sang anak jarang melakukan aktivitas di luar rumah.

“Dari situ kita mendapatkan info bahwa penyakit ini dipengaruhi karena adanya asap yang juga semakin tebal. Apalagi sekarang kualitas udara di Balikpapan masuk dalam kategori tidak sehat untuk warganya,” ungkap Michael.

“Sebelum sesak napas itu kita tidak ada melakukan aktivitas keluar rumah, palingan hanya bermain di halaman rumah saja. Tiba-tiba malamnya sudah batuk-batuk dan juga mengalami sesak napas,” lanjutnya.

Baca Juga :  Dari Timor Leste hingga Papua, Patroli Berkuda Bisa Jadi Solusi Jaga Perbatasan

Orang Tua Diimbau Waspada

Kasus ini menjadi pengingat bagi para orang tua di Balikpapan dan wilayah terdampak kabut asap lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan. Anak-anak, terutama balita, termasuk kelompok yang paling rentan terhadap dampak polusi udara akibat karhutla.

Orang tua disarankan membatasi aktivitas anak di luar ruangan selama kualitas udara buruk, memastikan anak memakai masker saat harus keluar rumah, serta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul gejala seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, atau demam yang tidak kunjung reda.

Sumber Berita: haibunda.com, detikcom

Berita Terkait

Antrean BBM Mengular di Kaltim, Warga Balikpapan Ikut Antre Berjam-jam
Karhutla Kepung Tol Balikpapan-Samarinda, 23 Kasus Sejak September
Kabut Asap Pekat Selimuti Balikpapan, Sekolah Daring hingga 16 Oktober
Oditurat Militer Balikpapan dan Kejati Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Perkara Koneksitas
DP3AKB Catat Kasus Kekerasan Anak di Balikpapan Naik 5 Persen, Didominasi Korban Perempuan
Solidaritas Tanpa Batas, Indonesia Beri Tanda Kehormatan kepada Personel Jepang yang Bantu Tangani Karhutla
DPRD Evaluasi Defisit APBD Balikpapan Tembus Rp395 Miliar, Dorong Rasionalisasi Belanja
Bidpropam Polda Kaltim Periksa Oknum Polisi Diduga Aniaya Perempuan di Balikpapan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Terdampak Asap Karhutla, Balita 18 Bulan di Balikpapan Kena Pneumonia

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Antrean BBM Mengular di Kaltim, Warga Balikpapan Ikut Antre Berjam-jam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Karhutla Kepung Tol Balikpapan-Samarinda, 23 Kasus Sejak September

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Kabut Asap Pekat Selimuti Balikpapan, Sekolah Daring hingga 16 Oktober

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Oditurat Militer Balikpapan dan Kejati Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Perkara Koneksitas

Berita Terbaru