-----------------------

 

KKB Menyerang Saat Pekerja Beristirahat, TNI Kerahkan Personel untuk Perlindungan dan Pencarian

- Writer

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tolikara – Kelompok kriminal bersenjata (KKB) menyerang kamp pekerja proyek jalan PT SHJ di Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, pada Minggu malam, 2 Agustus 2026. Serangan tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia, sementara tiga pekerja lainnya masih belum diketahui keberadaannya.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan serangan terjadi secara mendadak ketika para pekerja sedang beristirahat di dalam kamp.

Keterangan tersebut sekaligus mengoreksi informasi awal yang menyebutkan peristiwa terjadi pada Senin dini hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penyerangan terhadap kamp PT SHJ dilakukan pada Minggu malam saat para korban sedang beristirahat,” kata Tri Purwanto.

Baca Juga :  Antrean BBM Mengular di Kaltim, Warga Balikpapan Ikut Antre Berjam-jam

Dari lima korban meninggal dunia, empat jenazah telah teridentifikasi, yakni Arman Sibarani, Erlin Aritonang, Alfons, dan Barengga. Tiga jenazah telah dievakuasi ke RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, sedangkan satu jenazah dibawa ke Karubaga. Satu jenazah lainnya masih berada di lokasi kejadian.

Korban Serangan KKB

Kodam XVII/Cenderawasih mengecam keras serangan tersebut karena para korban merupakan warga sipil yang sedang bekerja membangun infrastruktur untuk kepentingan masyarakat Papua.

Berdasarkan data sementara, terdapat 10 pekerja di kamp PT SHJ saat penyerangan berlangsung. Tiga pekerja hingga kini masih belum diketahui nasib dan keberadaannya.

Baca Juga :  DPRD Evaluasi Defisit APBD Balikpapan Tembus Rp395 Miliar, Dorong Rasionalisasi Belanja

“Kamp PT SHJ terdapat 10 orang pekerja. Tiga orang di antaranya belum diketahui nasibnya,” ujar Tri Purwanto.

Personel gabungan TNI dan Polri telah dikerahkan untuk mengevakuasi para korban, mencari pekerja yang hilang, serta mengejar kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam penyerangan.

Aparat juga meningkatkan pengamanan untuk memastikan situasi di sekitar lokasi tetap kondusif dan memberikan rasa aman kepada masyarakat serta para pekerja yang menjalankan pembangunan di wilayah tersebut.

Berita Terkait

Sidang Etik Menanti Empat Jenderal Tersangka Penyadapan, PTDH Jadi Ancaman Terberat
Jokowi Tolak Ijazah Ditenteng-tenteng untuk Uji Ulang: Itu Dokumen Pribadi Saya
Jokowi Bersaksi Besok di PN Jakarta Timur, Polisi Siapkan Tiga Ring dan Parkir Terpisah
Dari Balikpapan, Membaca Longsor Lumajang: Waspada Lereng dan Drainase Jelang Musim Hujan
Pemutihan Pajak Kendaraan Kaltim Berakhir 22 November: Bebas Denda PKB dan SWDKLLJ
Dari Balikpapan, Membaca Putusan MA soal Gibran: Suket Batal, DPR Masih Menunggu Proses
Dari Balikpapan, Membaca Putusan MA soal Gibran: Suket Batal, Keputusan Politik Menunggu di DPR
Kasus Silmy Karim: Kenapa Pungutan Izin Tinggal WNA Merugikan Kota Industri seperti Balikpapan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:36 WIB

Sidang Etik Menanti Empat Jenderal Tersangka Penyadapan, PTDH Jadi Ancaman Terberat

Jumat, 6 November 2026 - 15:53 WIB

Jokowi Tolak Ijazah Ditenteng-tenteng untuk Uji Ulang: Itu Dokumen Pribadi Saya

Rabu, 4 November 2026 - 17:11 WIB

Jokowi Bersaksi Besok di PN Jakarta Timur, Polisi Siapkan Tiga Ring dan Parkir Terpisah

Rabu, 4 November 2026 - 12:06 WIB

Dari Balikpapan, Membaca Longsor Lumajang: Waspada Lereng dan Drainase Jelang Musim Hujan

Selasa, 3 November 2026 - 11:23 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan Kaltim Berakhir 22 November: Bebas Denda PKB dan SWDKLLJ

Berita Terbaru