Pelaksanaan Operasi Keselamatan Mahakam yang digelar oleh jajaran Polda Kaltim beserta polres jajaran pada periode 2 hingga 8 Februari 2026 menunjukkan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan data analisis dan evaluasi selama tujuh hari pertama, pihak kepolisian mencatat adanya penurunan angka kecelakaan lalu lintas jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada pelaksanaan tahun 2025, tercatat ada sembilan kejadian kecelakaan, namun angka tersebut berhasil ditekan menjadi delapan kejadian pada tahun 2026, yang berarti terdapat penurunan sebesar sebelas persen.
Baca Juga : Proyek Rp136 Miliar Dipertanyakan, Kawasan MT Haryono Dilanda Banjir Lagi
Keberhasilan dalam menekan angka fatalitas selama Operasi Keselamatan Mahakam ini juga terlihat dari berkurangnya jumlah korban, baik untuk kategori meninggal dunia, luka berat, maupun luka ringan. Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto, menyampaikan bahwa capaian ini tidak lepas dari strategi pemetaan kerawanan yang dilakukan secara mendalam oleh setiap satuan wilayah. Meski masih ditemukan kasus kecelakaan di beberapa titik, jajaran kepolisian terus didorong untuk meningkatkan langkah pencegahan yang disesuaikan dengan karakteristik unik dari masing-masing wilayah di Kalimantan Timur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu faktor utama di balik terciptanya situasi lalu lintas yang lebih aman adalah masifnya kegiatan preemtif berupa penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat. Selama sepekan operasi, tercatat sebanyak 2.666 kegiatan penyuluhan telah dilakukan, yang menunjukkan lonjakan signifikan sebesar enam puluh tiga persen dibandingkan tahun lalu. Selain itu, kegiatan preventif seperti pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli atau turjawali juga mengalami kenaikan sebesar tujuh belas persen guna memastikan kehadiran petugas di titik-titik rawan kemacetan dan pelanggaran.
Baca Juga : Tingkatkan Like, Comment, dan Share Facebook Reels bersama ClipperVideo.id
Menariknya, tren positif ini juga diikuti dengan penurunan jumlah penindakan hukum secara langsung. Angka tilang tercatat menurun sebesar dua puluh tiga persen dan pemberian teguran turun sebanyak dua puluh delapan persen. Penurunan angka penindakan ini dianggap sebagai indikator bahwa kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan berlalu lintas sudah mulai meningkat secara mandiri. Pihak Polda Kaltim menegaskan bahwa penegakan hukum selama Operasi Keselamatan Mahakam tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dan terukur demi menjaga disiplin pengguna jalan tanpa mengesampingkan kenyamanan masyarakat dalam berkendara.










