Kawasan MT Haryono dilanda banjir kembali pada Selasa (3/2/2026) setelah hujan deras mengguyur Kota Balikpapan. Fenomena berulang ini memicu reaksi keras dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, mengingat anggaran fantastis yang telah dikucurkan pemerintah kota untuk penanganan masalah tersebut.
Baca Juga : Jokowi Resmikan Jembatan Pulau Balang dengan Motor Bersama Influencer dan Artis
Meskipun dana sebesar Rp136 miliar telah dialokasikan untuk proyek normalisasi, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa sistem drainase di jalur utama tersebut belum mampu membendung debit air.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perencanaan Teknis Diduga Bermasalah
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, menyoroti adanya ketidaksesuaian antara besarnya anggaran dengan hasil yang dirasakan masyarakat. Ia menilai, fakta bahwa jalan MT Haryono dilanda banjir setiap kali hujan turun adalah bukti nyata adanya kegagalan dalam eksekusi proyek.
“MT Haryono ini kan memang setiap hujan selalu banjir. Padahal sudah dikasih anggaran Rp136 miliar, tapi hasilnya masih seperti ini. Artinya, ada yang salah dalam pelaksanaannya,” ujar Budiono pada Rabu (4/2/2026).
Menurut Budiono, tanggung jawab teknis sepenuhnya berada di tangan dinas terkait. DPRD telah menjalankan fungsinya dalam menyetujui anggaran berdasarkan kajian dan Detail Engineering Design (DED) yang diajukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Estetika vs Substansi Penanganan Banjir
Salah satu poin krusial yang disorot adalah fokus pengerjaan proyek. DPRD menduga pengerjaan di lapangan lebih menonjolkan keindahan kota daripada penyelesaian masalah inti, yaitu aliran air.
“Seharusnya perencanaannya fokus bagaimana mengatasi banjirnya. Jangan sampai hanya memperbaiki tampilan atau estetika di atasnya saja, tapi persoalan banjirnya tetap tidak selesai,” tegas Budiono.
Baca Juga : Tingkatkan Like, Comment, dan Share Facebook Reels bersama ClipperVideo.id
DPRD mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kajian teknis yang digunakan. Jika perencanaan tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan anggaran ratusan miliar tersebut akan terbuang sia-sia sementara warga terus menderita setiap kali MT Haryono dilanda banjir.










