-----------------------

 

Antrean BBM Mengular di Kaltim, Warga Balikpapan Ikut Antre Berjam-jam

- Writer

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi SPBU Pertamina. Antrean BBM bersubsidi masih mengular di sejumlah daerah Kalimantan Timur, termasuk Balikpapan. (Foto: Wikimedia Commons, CC0)

Ilustrasi SPBU Pertamina. Antrean BBM bersubsidi masih mengular di sejumlah daerah Kalimantan Timur, termasuk Balikpapan. (Foto: Wikimedia Commons, CC0)

Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih terus terjadi di sejumlah daerah Kalimantan Timur hingga Kamis (15/10/2026). Daerah yang terdampak meliputi Kota Samarinda, Kabupaten Berau, dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Gelombang kekecewaan publik meluas setelah akun Instagram @matakaltim mengunggah antrean kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). “Krisis antrean BBM yang terus mengular di berbagai titik di Kalimantan Timur telah memicu kemarahan publik,” tulis akun tersebut.

Menyikapi kondisi tersebut, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda melayangkan mosi tidak percaya kepada PT Pertamina Patra Niaga Samarinda. Sikap itu diambil setelah dua kali HMI mendatangi kantor Pertamina tanpa hasil memuaskan: janji penyerahan rekapitulasi data distribusi BBM periode 2023-2026 yang disampaikan pada 6 Oktober 2026 tak kunjung dipenuhi hingga tenggat 3 x 24 jam terlewati.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menyatakan tidak percaya lagi kepada Pertamina Patra Niaga Samarinda. Kami sudah memberikan tenggat waktu 3 x 24 jam sesuai komitmen saat pertemuan lalu, tetapi sampai hari ini tidak ada jawaban sama sekali,” tegas Ketua Umum HMI Cabang Samarinda Fawwaz, seperti dikutip indonesiaonline.co.id.

Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta semua pihak tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Dalam keterangan tertulis Rabu (14/10/2026), ia menekankan antrean panjang tidak boleh hanya disederhanakan sebagai persoalan kuota. “Kalau sampai dari Januari ke Januari SPBU tersebut mengantre, apa itu situasi normal? Tentu tidak. Berarti patut diduga ada penggunaan BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran,” ujarnya.

Baca Juga :  Rahmad Mas'ud Menaikan Insentif Guru Jadi Rp 500 Ribu Perbulan

Pertamina Perpanjang Jam Operasional SPBU di Berau

PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara merespons dengan memperpanjang jam operasional SPBU di Kabupaten Berau. Tiga SPBU diuji coba beroperasi 24 jam sejak Senin (12/10/2026): SPBU Rinding Baru (64.773.08), SPBU Kilometer 5 (64.773.09), dan SPBU Sambaliung Baru (64.773.10).

“Ini sebagai wujud aspirasi masyarakat Berau, untuk mengurangi antrean dan demi kelancaran distribusi BBM,” kata Sales Branch Manager III Fuel Kaltimut Hermawan Bagus dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026).

Di Kutai Kartanegara, DPRD setempat menilai keterbatasan kuota sebagai pemicu utama. Komisi II DPRD Kukar juga telah berkoordinasi dengan DPRD Kota Balikpapan untuk merumuskan langkah penanganan bersama. Persoalan kuota memang krusial: dalam rapat dengar pendapat 30 September 2026 terungkap Kaltim hanya menerima 529.000 kiloliter, jauh di bawah usulan Pemprov sekitar 1.000.299 kiloliter.

Warga Balikpapan Ikut Antre Berjam-jam

Kota Balikpapan pun tak luput. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan antrean kendaraan mengular di SPBU Karanganyar. Dalam unggahan akun TikTok @balikpapanfolks, warga terlihat rela antre berjam-jam demi Pertalite setelah Pertamax dilaporkan kosong di sejumlah SPBU.

Baca Juga :  Paslon 02 Dinilai Buang-Buang Waktu dalam Debat Publik Kedua Pilkada Balikpapan 2024

Para sopir angkutan logistik juga mengeluh. Dalam unggahan akun TikTok @tribunkaltim.co, mereka menyebut di awal gangguan distribusi harus menginap dua sampai tiga malam demi giliran pengisian. Kini jatah sekitar 120 liter per hari dianggap belum cukup, terutama untuk rute jauh seperti ke Berau.

Pemkot Balikpapan telah mengatur ulang pola penyaluran sejak 1 September 2026 lewat Surat Edaran Wali Kota Nomor 500.10.1/2094/E/Setda: jam pelayanan SPBU dibagi per jenis kendaraan dan lima SPBU tambahan disiapkan khusus untuk Pertalite roda dua, meski masih menunggu penetapan BPH Migas dan uji tera.

DPC GMNI Balikpapan meminta evaluasi seluruh rantai pasok, bukan hanya soal di SPBU. “Ketika BBM terbatas di SPBU, perlu dilihat apakah persoalannya kuota, stok, pasokan atau distribusinya,” ujar Wakil Ketua Bidang Politik Raihan Anandana, Kamis (8/10/2026).

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyebut stok fisik di terminal sebenarnya tersedia, tetapi kebutuhan tak seimbang dengan kuota. Konsumsi Pertalite naik 8,7 persen sementara Pertamax turun 21,9 persen. Hingga kini belum ada kepastian kapan antrean akan terurai sepenuhnya.

Sumber Berita: bloombergtechnoz.com, eksposkaltim.com, indonesiaonline.co.id, kotaku.co.id, kliksamarinda.com

Berita Terkait

Terdampak Asap Karhutla, Balita 18 Bulan di Balikpapan Kena Pneumonia
Karhutla Kepung Tol Balikpapan-Samarinda, 23 Kasus Sejak September
Kabut Asap Pekat Selimuti Balikpapan, Sekolah Daring hingga 16 Oktober
Oditurat Militer Balikpapan dan Kejati Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Perkara Koneksitas
DP3AKB Catat Kasus Kekerasan Anak di Balikpapan Naik 5 Persen, Didominasi Korban Perempuan
Solidaritas Tanpa Batas, Indonesia Beri Tanda Kehormatan kepada Personel Jepang yang Bantu Tangani Karhutla
DPRD Evaluasi Defisit APBD Balikpapan Tembus Rp395 Miliar, Dorong Rasionalisasi Belanja
Bidpropam Polda Kaltim Periksa Oknum Polisi Diduga Aniaya Perempuan di Balikpapan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Terdampak Asap Karhutla, Balita 18 Bulan di Balikpapan Kena Pneumonia

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Antrean BBM Mengular di Kaltim, Warga Balikpapan Ikut Antre Berjam-jam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Karhutla Kepung Tol Balikpapan-Samarinda, 23 Kasus Sejak September

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Kabut Asap Pekat Selimuti Balikpapan, Sekolah Daring hingga 16 Oktober

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Oditurat Militer Balikpapan dan Kejati Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Perkara Koneksitas

Berita Terbaru