Pembangunan Bendali Hulu Sungai Ampal di Kota Balikpapan terus berjalan cepat menjelang akhir tahun. Hingga 27 Oktober 2026, progres fisik proyek pengendali banjir ini telah mencapai 62 persen. Proyek ini menargetkan penyelesaian pada 21 Desember 2026, sehingga sisa waktu pengerjaan tinggal kurang dari dua bulan.
Bendali, atau kolam retensi, ini menjadi salah satu infrastruktur penting dalam upaya mengurangi risiko banjir di Balikpapan. Saat musim hujan tiba, genangan kerap melanda kawasan kota di sejumlah titik. Karena itu, warga menanti penyelesaian proyek ini, terutama mereka yang tinggal di sekitar daerah aliran Sungai Ampal.
Dikerjakan dengan Dana APBN Rp46,56 Miliar
Kontraktor pelaksana PT Aura Sinar Baru mengerjakan pembangunan Bendali Hulu Sungai Ampal. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 membiayai proyek ini sebesar Rp46,56 miliar. Kontraktor melaksanakan pekerjaan selama 270 hari kalender sejak penandatanganan kontrak pada 26 Maret 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan target selesai 21 Desember 2026, pelaksana proyek harus menjaga ritme pekerjaan pada sisa waktu yang ada. Capaian 62 persen per 27 Oktober 2026 menunjukkan pekerjaan sudah melewati lebih dari separuh jalan. Selanjutnya, kontraktor perlu menuntaskan 38 persen sisanya agar bendali bisa berfungsi sesuai rencana.
Kontrak 26 Maret 2026 dan masa kerja 270 hari kalender memang mengarah ke penghujung Desember 2026. Karena itu, capaian 62 persen pada akhir Oktober menjadi penanda penting. Pekerjaan yang tersisa harus tuntas dalam waktu sekitar delapan minggu agar target 21 Desember 2026 tidak meleset.
Proyek ini memakai lahan seluas 9,8 hektare. Lokasinya berada di belakang Pasar Segar, Kota Balikpapan. Lahan yang luas itu memungkinkan bendali menampung volume air yang besar saat hujan deras mengguyur kota.
Menampung Air dari Balikpapan Utara dan MT Haryono
Infrastruktur ini akan menampung aliran air musim hujan dari wilayah Balikpapan Utara dan Jalan MT Haryono. Tiga saluran, yakni Strat 3, Sumberejo, dan Depsos Bawah, akan mengalirkan air tersebut. Dengan begitu, beban aliran yang selama ini membebani saluran di kawasan permukiman bisa berkurang.
Selain itu, bendali ini melengkapi fungsi infrastruktur pengendali banjir yang sudah ada di kawasan Sungai Ampal. Kehadirannya memperkuat sistem pengelolaan aliran air Sungai Ampal secara keseluruhan, dari hulu hingga kawasan yang selama ini rawan genangan.
Fungsi utama bendali adalah menahan air hujan untuk sementara waktu, lalu mengalirkannya secara bertahap. Cara kerja ini mencegah air meluap sekaligus ke saluran dan permukiman warga. Karena itu, kolam retensi kerap menjadi andalan kota-kota yang menghadapi banjir musiman.
Diproyeksikan Kurangi Banjir hingga 15 Persen
Proyek ini menyertai proyeksi bahwa banjir di Balikpapan berpotensi berkurang 15 persen setelah bendali beroperasi. Angka tersebut merupakan klaim dan proyeksi yang menyertai proyek, bukan hasil yang sudah terjadi. Warga baru bisa mengukur manfaat nyatanya setelah bendali rampung dan berfungsi penuh.
Sementara itu, warga perlu tetap waspada selama musim hujan, mengingat proyek masih dalam tahap pengerjaan. Pemerintah kota dan pelaksana proyek perlu menjaga kualitas pekerjaan agar mereka mencapai target Desember 2026 tanpa mengorbankan mutu konstruksi.
Bendali Hulu Sungai Ampal Direncanakan Jadi Ruang Terbuka Hijau
Di samping fungsi pengendali banjir, Pemerintah Kota Balikpapan juga merencanakan kawasan Bendali Hulu Sungai Ampal menjadi ruang terbuka hijau. Pemerintah Kota Balikpapan memproyeksikan kawasan tersebut akan memiliki fasilitas pendukung seperti jogging track. Dengan fasilitas itu, kawasan bendali bisa menjadi ruang publik dan lokasi rekreasi keluarga.
Konsep fungsi ganda ini memberi manfaat tambahan bagi warga. Di satu sisi, bendali melindungi kota dari banjir. Di sisi lain, kawasan hijau di sekitarnya memberi ruang olahraga dan bersantai bagi masyarakat. Perpaduan fungsi tersebut membuat infrastruktur ini bernilai lebih dari sekadar bangunan pengendali air.
Karena itu, penyelesaian Bendali Hulu Sungai Ampal pada Desember 2026 menjadi tonggak penting bagi Balikpapan. Jika rampung tepat waktu, bendali ini dapat segera memberi perlindungan dari banjir sekaligus menghadirkan ruang hijau baru bagi warga kota.
Sumber Berita: TopBusiness, Daelpos










