-----------------------

 

Syukri Wahid Menolak BPJS Gratis dalam Pilkada Balikpapan

- Writer

Selasa, 26 November 2024 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama Syukri Wahid sebagai calon wakil walikota Balikpapan dari pasangan nomor urut 03  kembali menjadi perhatian publik. Pernyataan tegasnya yang menolak BPJS gratis terutama untuk kelas tiga telah memicu reaksi keras dari masyarakat. 

Jejak digitalnya semasa menjabat sebagai anggota DPRD menunjukkan penolakan yang kuat terhadap program tersebut dan kini hal itu kembali viral serta menimbulkan keraguan mengenai konsistensi sikap politiknya.

Dalam kampanye politiknya Syukri wahid menyatakan, “Nah yang ke-2 yang kita sepakati ada kalimat tidak ada kata gratis.” Ia juga menyarankan penggunaan istilah “subsidi” sebagai alternatif. Pernyataan ini menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap konsep layanan kesehatan gratis yang dianggapnya tidak berkelanjutan.

Di tengah kritik yang terus mengalir Syukri merujuk pada statistik pemerintah pusat yang menyebutkan bahwa 42.000 orang terdaftar dalam BPJS dengan subsidi hanya sebesar 7.000. 

Hal ini semakin menegaskan posisinya yang lebih condong pada pendekatan subsidi ketimbang memberikan layanan gratis yang dinilai tidak realistis.

Respon masyarakat sangat tajam banyak yang beranggapan bahwa sikap Syukri yang mendukung program BPJS gratis saat ini bertentangan dengan pendapatnya di masa lalu. 

Tuduhan mengenai ketidakcocokan sikap pun muncul dengan harapan agar para politisi memiliki konsistensi terutama dalam kebijakan-kebijakan penting seperti layanan kesehatan.

Baca Juga :  Pada HUT Bhayangkara Sebut Pemkot dan Polresta Balikpapan Akan Terus Bersinergi Jaga Kondusivitas

Polemik ini menjadi salah satu isu hangat dalam Pilkada Balikpapan. Viralitas pernyataan keras Syukri yang menolak BPJS gratis menciptakan persepsi negatif terhadap pasangan calon nomor urut tiga ini. 

Masyarakat mencemaskan bahwa tindakan ini dapat mempengaruhi perolehan suara dalam pemilihan yang akan datang.

Saat ini Syukri Wahid berada dalam posisi yang sulit. Ia harus menghadapi konsekuensi dari pernyataannya yang kontroversial dan berusaha meyakinkan masyarakat bahwa pandangannya demi kepentingan kesehatan publik jangka panjang. 

Sementara itu, masyarakat Balikpapan terus mengawasi setiap langkah yang diambilnya berharap akan ada konsistensi dalam setiap kebijakan yang diusulkan.

Berita Terkait

Progres Drainase Jalan D.I. Panjaitan Tembus 77,94 Persen, Lampaui Target
Bendali Hulu Sungai Ampal Ditargetkan Rampung Desember 2026, Progres Capai 62 Persen
Pemkot Balikpapan Perluas Gerakan Pangan Murah Balikpapan hingga Kecamatan
3.600 Kasus ISPA Balikpapan Oktober 2026, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada
DLH Balikpapan Lakukan Pemangkasan Pohon di Semayang, Cegah Pohon Tumbang Saat Hujan Angin
Disebut Singapuranya Indonesia, Balikpapan Tawarkan Depo Kontainer 11,5 Hektare di Mahakam Investment Forum 2026
ISPA Balikpapan Tertinggi di Kaltim, Akumulasi 91.895 Kasus di Tengah Kepungan Asap
Antrean BBM di Kaltim Belum Terurai, Gubernur Rudy Mas’ud Desak Pertamina Amankan Pasokan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Progres Drainase Jalan D.I. Panjaitan Tembus 77,94 Persen, Lampaui Target

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bendali Hulu Sungai Ampal Ditargetkan Rampung Desember 2026, Progres Capai 62 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Pemkot Balikpapan Perluas Gerakan Pangan Murah Balikpapan hingga Kecamatan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:27 WIB

3.600 Kasus ISPA Balikpapan Oktober 2026, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:00 WIB

DLH Balikpapan Lakukan Pemangkasan Pohon di Semayang, Cegah Pohon Tumbang Saat Hujan Angin

Berita Terbaru