-----------------------

 

Pabrik Sawit di Kutai Timur Terbakar, PSGO Alihkan Pengolahan ke Pabrik Lain

- Writer

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BALIKPAPAN – Pabrik sawit Kutai Timur terbakar. PT Palma Serasih Tbk (PSGO) melaporkan kebakaran. Kebakaran itu melanda area pabrik kelapa sawit. Anak usaha PSGO, PT Nusaraya Agro Sawit (NUSA), memiliki pabrik itu. Pabrik itu berada di Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Api muncul pada Minggu (18/10/2026) malam.

PSGO menyampaikan kabar itu lewat keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia. Astrida Niovita Bachtiar menjabat Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan PSGO. Astrida memastikan satu hal penting. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pabrik itu berkapasitas olah sekitar 90 ton per jam.

Manajemen Belum Memastikan Kronologi dan Kerugian

Manajemen perseroan masih berkoordinasi dengan tim di lapangan. Tim itu menelusuri kronologi dan penyebab kebakaran. Tim itu juga mengidentifikasi tingkat kerusakan akibat kebakaran. Sementara itu, proses tersebut masih berlangsung. Oleh karena itu, PSGO belum dapat menyampaikan estimasi kerugian finansial. PSGO juga belum dapat menyampaikan jangka waktu pemulihan pabrik. Semua tim fokus menangani pabrik sawit Kutai Timur terbakar.

PSGO Mengalihkan Pengolahan dan Menjaga Target Kinerja

Untuk menjaga ritme bisnis, PSGO mengalihkan proses pengolahan tandan buah segar (TBS). PSGO memindahkan proses itu ke fasilitas pabrik milik anak usaha lainnya. Dengan demikian, PSGO memakai langkah kontinjensi ini. Aktivitas operasional perkebunan NUSA tetap berproduksi optimal.

Baca Juga :  Mobil Dinas Dipakai Transaksi Narkoba, Kadis di Balikpapan Dipanggil Kepolisian

Astrida menyampaikan penegasan berikut. “Perseroan memastikan kegiatan operasional perkebunan NUSA tetap berjalan normal melalui langkah penyesuaian, sehingga kejadian ini tidak berdampak material terhadap kinerja perseroan,” ujar Astrida.

Peristiwa ini muncul beberapa hari setelah BEI meminta penjelasan kepada PSGO. Penjelasan itu soal dampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Manajemen menegaskan satu komitmen penting. Perseroan akan menangani kejadian tersebut secara bertanggung jawab. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam penanganan itu. Selain itu, manajemen berkoordinasi dengan pihak berwenang. Kasus pabrik sawit Kutai Timur terbakar ini masih menunggu hasil penelusuran tim.

Sumber Berita: fortuneidn.com, IDX Channel, sawitindonesia.com

Berita Terkait

ISPA Balikpapan Tertinggi di Kaltim, Akumulasi 91.895 Kasus di Tengah Kepungan Asap
Sidang Lanjutan Gugatan Class Action Karhutla Kalbar Digelar Hari Ini di PN Pontianak
Antrean BBM di Kaltim Belum Terurai, Gubernur Rudy Mas’ud Desak Pertamina Amankan Pasokan
Kualitas Udara Balikpapan Membaik ke Kategori Sedang, Warga Tetap Diimbau Pakai Masker
90 Penerbangan di Bandara Sepinggan Terganggu Asap Selama Oktober, Total 334 Sejak Agustus
PJJ di Balikpapan Diperpanjang Tanpa Batas Waktu, Kabut Asap Buat Siswa Sulit Fokus Belajar
Terdampak Asap Karhutla, Balita 18 Bulan di Balikpapan Kena Pneumonia
Antrean BBM Mengular di Kaltim, Warga Balikpapan Ikut Antre Berjam-jam
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Pabrik Sawit di Kutai Timur Terbakar, PSGO Alihkan Pengolahan ke Pabrik Lain

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:29 WIB

ISPA Balikpapan Tertinggi di Kaltim, Akumulasi 91.895 Kasus di Tengah Kepungan Asap

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Sidang Lanjutan Gugatan Class Action Karhutla Kalbar Digelar Hari Ini di PN Pontianak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Antrean BBM di Kaltim Belum Terurai, Gubernur Rudy Mas’ud Desak Pertamina Amankan Pasokan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kualitas Udara Balikpapan Membaik ke Kategori Sedang, Warga Tetap Diimbau Pakai Masker

Berita Terbaru